ASIK BELAJAR SISTEM PERNAPASAN DENGAN MEDIA POSTER
ASIK BELAJAR SISTEM PERNAPASAN DENGAN MEDIA POSTER
Oleh Desy Ratnaningtyas, S. Pd
Guru Biologi SMA N 1 KETANGGUNGAN,BREBES
Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Materi sistem pernapasan bersifat abstrak, jadi dalam pembelajaran guru harus pintar dalam penyampaian. Untuk menciptakan suasana belajar yang disukai oleh peserta didik, guru perlu melakukan inovasi. Salah satunya dengan penggunaan media yang menarik dan mempermudah proses pembelajaran. Penggunaan media secara kreatif akan memperbesar kemungkinan bagi peserta didik untuk belajar lebih banyak, dan meningkatkan penampilan dalam melakukan keterampilan sesuai dengan yang menjadi tujuan pembelajaran. Terutama media visual berupa poster. Dengan media poster dalam materi biologi jelas akan mempermudah guru dalam penyampaian karena bisa memunculkan gambar – gambar yang lebih nyata sehingga peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan guru.
Poster adalah media visual berupa gambar pada selembar kertas yang berukuran besar yang dapat digantung atau ditempel di dinding, atau permukaan lainnya yang berfungsi untuk menyampaikan informasi tertentu yang dapat mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang lain yang melihatnya (Muflihatin, 2014).
Poster dalam pembelajaran dapat berfungsi untuk menarik minat peserta didik terhadap pesan-pesan yang ingin disampaikan, mencari dukungan tentang suatu hal atau gagasan, serta sebagai metode peserta didik untuk tertarik dan melaksanakan pesan yang terpampang dalam poster (Sadiman dkk., 2011). Maiyena (2013) menyatakan bahwa dalam pembelajaran, media poster berfungsi untuk memvisualisasikan pesan, informasi atau konsep yang ingin disampaikan kepada peserta didik dengan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai kenyataan dari sesuatu objek atau situasi.
Materi Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem organ yang digunakan untuk menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air, Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar, alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air, tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energy, sistem pernapasan pada manusia mencakup saluran pernapasan , mekanisme pernapasan dan gangguan sistem pernafasan.
Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tampat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru. Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: Rongga hidung - Pharing - Laryng - Trachea - Bronkus - Bronchiolus - Alveolus - Paru-paru(pulmo).
Pengertian Media Pembelajaran
Kata Media merupakan bentuk Jamak dari kata medium yang berasal dari bahasa latin. Leslie J. Briggs (1979) menyatakan bahwa media pengajaran adalah alat-alat fisik untuk menyampaikan materi pelajaran dalam bentuk buku, film, rekaman video. Sedangkan Gagne menyatakan bahwa media merupakan wujud dari adanya berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar. Adakalanya peserta didik berhasil dan adakalanya tidak berhasil atau gagal dalam menerima pesan yang disampaikan. Kegagalan tersebut terjadi jika peserta didik tidak mampu memahami apa yang didengar, dibaca, dilihat, atau diamati selain itu memberikan perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar.
Fungsi Media Pembelajaran
Media berfungsi mengarahkan peserta didik untuk memperoleh berbagai pengalaman belajar. Pengalaman belajar tergantung pada interaksi peserta didik dengan media. Media yang tepat dan sesuai dengan tujuan belajar akan mampu meningkatkan pengalaman belajar sehingga anak didik bisa mempertinggi hasil belajar. Pengetahuan akan semakin abstrak apabila pesan hanya disampaikan melalui kata verbal. Akibatnya peserta didik hanya akan memahami suatu pengetahuan dalam bentuk kata, tanpa mengerti dan memahami makna kata yang terkandung dalam pengetahuan tersebut. Karena itulah peserta didik atau anak didik harus memiliki pengalaman yang lebih konkret agar tidak salah persepsi terhadap pengetahuan yang diajarkan. Salah satu cara agar peserta didik memiliki pengalaman yang konkret adalah dengan menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar.
Pengertian Media Poster
Poster merupakan salah satu media grafiis yang paling tampak kekuatannya sebagai media penyampai pesan. Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide, dan gagasan melalui kata-kata, kalimat, angka-angka, dan berbagai simbol atau gambar.
Poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual dan warna. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Nana Sudjana (2005:51).
Dalam penggunaan poster sebagai media, tentu tak lepas dari kelebihan dan kekurangannya sebagaimana media-media pembelajaran yang lain (Okdila, 2013). Adapun kelebihan dari poster sebagai media dalam pembelajaran adalah: (1) memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi sehingga memikat dan menarik perhatian; (2) merangsang motivasi belajar, poster dapat merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh dan atau ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang disampaikan; (3) sederhana; (4) memiliki makna yang luas; (5) dapat dinikmati secara individual dan klasikial; (6) dapat dipasang/ditempelkan di mana-mana, sehingga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari dan mengingat kembali apa yang telah dipelajari; dan (7) dapat menyarankan perubahan tingkah laku kepada peserta didik yang melihatnya. Adapun kelemahan yang terdapat pada penggunaan poster sebagai media pendidikan karakter adalah: (1) sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang yang melihatnya; (2) karena tidak adanya penjelasan yang terinci, maka dapat menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam dan mungkin merugikan; (3) suatu poster akan banyak mengandung arti/makna bagi kalangan tertentu, tetapi dapat juga tidak menarik bagi kalangan yang lainnya; dan (4) bila poster terpasang atau terpancang terlalu lama di suatu tempat, maka akan berkurang nilainya, bahkan akan membosankan orang yang melihatnya.
Kesimpulan
Pemilihan media yang tepat akan mempermudah guru dalam pembelajaran dikelas, peserta didik juga akan lebih mudah dalam memahami materi, terutama materi sistem pernapasan yang bersifat abstrak. Penerapan media poster dalam pembelajaran biologi mempermudah guru menyajikan materi, praktis dan mudah dalam pembuatan dan penggunaannya dan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mempelajari materi Biologi. Peserta didik mampu menjabarkan pokok materi dengan mengaitkan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar sesuai gambar yang disajikan pada poster dan dapat meningkatkan penguasaan materi Biologi sehingga hasil belajar dapat mencapai KKTP.
Daftar Pustaka
Muflihatin, A. L. 2014. Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik melalui Media Poster Tema Lingkungan pada Pelajaran IPA di Sekolah Dasar. Pendas, 7(4), 307-425.
Mudjiono, Dimyati, 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Maiyena, S. 2013. Pengembangan Media Poster Berbasis Pendidikan Karakter untuk Materi Global Warming. Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika, 3(1), 18-26.
Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryanto, A., & Rahardjito. 2011. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Okdila. D. 2013. Perancangan Kampanye Beserta Media Pendukung Gerakan Mari Mendongeng bagi Orang Tua di Surabaya. Jurnal DKV Adiwarna, 1(2), 13-18.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
DOKUMEN BELANJA BUKU TAHUN 2022/2023
SMA Negeri 1 Ketanggungan Siap Wujudkan Keterbukaan Informasi Penggunaan Dana BOSP Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik, SMA Negeri 1 Ketanggungan men
PELATIHAN ADMINDAS ANGKATAN III TAHUN 2023 PEMPROV. JAWA TENGAH
Oleh Kuswati, S.Pd. Guru Mapel Geografi SMA Negeri 1 Ketanggungan. Pentingnya Administrasi Dasar Bagi Guru. Saya bersama79 teman lainya telah selesai melaksanakan kegiatan Pelatihan T
PEMANFAATAN APLIKASI TikTok SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI MUSIK
Oleh Prian Mismada, S.Pd. Era globalisasi atau sering disebut dengan era 4.0 adalah era dimana penggunaan teknologi di dunia ini merupakan hal yang sudah seharusnya menjadi kebiasa
PEMANFAATAN SMARTPHONE ANDROID DALAM PEMBELAJARAN GITAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA
Oleh Prian Mismada, S.Pd. Dalam dunia pendidikan, baik ditingkat sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi, penggunaan smartphone juga banyak diminati oleh si
Sastra sebagai sarana pendidikan karakter
Salah satu bentuk kekayaan bangsa Indonesia dalam dunia ilmu pengetahuan adalah karya sastra. Karya sastra selain sebagai media pendidikan, kontrol sosial, pemberontakan, juga berfungsi
Bencana Alam Tantangan dan Pembelajaran bagi Manusia Moderen
Bencana Alam Tantangan dan Pembelajaran bagi Manusia Moderen Disusun Oleh : Yugo Rahmanto Jati, S.Pd Abstack Bencana alam merupakan fenomena yang telah lama menjadi tant
Dinamika Penduduk: Perubahan yang Mempengaruhi Masa Depan Kita
Dinamika Penduduk: Perubahan yang Mempengaruhi Masa Depan Kita Disusun Oleh : Yugo Rahmanto Jati, S.Pd Abstack Dinamika penduduk merupakan studi yang meliputi perubahan-
ARTIKEL PENDIDIKAN DENGAN JUDUL PEMANFAATAN APLIKASI REACTIONFLASH PADA SMARTPHONE ANDROID MATA PELAJARAN KIMIA
ARTIKEL PENDIDIKAN DENGAN JUDUL PEMANFAATAN APLIKASI REACTIONFLASH PADA SMARTPHONE ANDROID MATA PELAJARAN KIMIA Disusun Oleh : Bambang Sugiarto, S.Pd Dalam dunia pendidikan, b
PEMANFAATAN HANDPHONE (HP) DENGAN BENAR BAGI PELAJAR
Pemandangan saat pagi di sekolah begitu bel masuk berbunyi, semua siswa bersemangat bergegas masuk ke dalam kelas masing-masing dan siap untuk mengikuti pelajaran. Namun pemandangan yan
Membuat Pembelajaran Materi Antonim Menarik dengan Menggunakan Game
Membuat Pembelajaran Materi Antonim Menarik dengan Menggunakan Game Disusun Oleh : Lina Mardiana, S. Pd. Pembelajaran materi Antonim, atau lawan kata, merupakan bagian penting dalam p
